Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Pakan Ikan Terapung dan Tenggelam yang Wajib Diketahui Pembudidaya
“Banyak pembudidaya merasa sudah memberi pakan terbaik, namun pertumbuhan ikan tetap tidak maksimal. Tanpa disadari, kesalahan sering kali bukan pada jumlah pakan, melainkan pada jenis pakan yang dipilih.”
Kalimat sederhana ini kerap mencerminkan kondisi di lapangan. Pakan ikan bukan sekadar soal merek atau harga, tetapi tentang kesesuaian jenis pakan dengan karakter ikan dan sistem budidaya. Dua jenis pakan yang paling umum digunakan adalah pakan ikan terapung dan pakan ikan tenggelam. Meski sama-sama berfungsi sebagai sumber nutrisi, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang wajib dipahami pembudidaya.
Pengertian Pakan Ikan Terapung
Pakan ikan terapung adalah jenis pakan yang mengapung di permukaan air dalam jangka waktu tertentu sebelum akhirnya melunak dan tenggelam. Pakan ini biasanya diproduksi menggunakan teknologi ekstruder sehingga memiliki rongga udara di dalamnya. Keunggulan utama pakan terapung adalah kemudahan kontrol pemberian pakan. Pembudidaya dapat melihat langsung respons ikan saat makan, sehingga risiko pakan terbuang dapat diminimalkan.
Jenis pakan ini sangat cocok untuk ikan yang memiliki kebiasaan makan di permukaan air, seperti lele, nila, patin, dan ikan mas. Selain itu, pakan terapung membantu menjaga kualitas air kolam karena sisa pakan yang tidak termakan dapat segera terlihat dan dikendalikan.
Pengertian Pakan Ikan Tenggelam
Berbeda dengan pakan terapung, pakan ikan tenggelam langsung turun ke dasar kolam setelah ditebar. Pakan ini umumnya dibuat dengan metode pelet tekan (pellet mill) tanpa rongga udara di dalamnya. Pakan tenggelam lebih sesuai untuk ikan yang memiliki kebiasaan makan di dasar perairan, seperti udang, ikan kerapu tertentu, atau ikan hias dasar.
Kelebihan pakan tenggelam terletak pada harganya yang relatif lebih ekonomis serta kandungan nutrisi yang tetap stabil jika segera dikonsumsi ikan. Namun, kekurangannya adalah sulitnya mengontrol jumlah pakan yang benar-benar dimakan, sehingga berisiko meningkatkan sisa pakan di dasar kolam.
Perbedaan Utama Pakan Terapung dan Tenggelam

Perbedaan paling mencolok antara pakan ikan terapung dan tenggelam terletak pada perilaku makan ikan, kontrol pemberian pakan, serta dampaknya terhadap kualitas air. Pakan terapung memudahkan monitoring konsumsi dan lebih ramah bagi manajemen kolam intensif. Sementara itu, pakan tenggelam lebih efektif untuk spesies tertentu, namun memerlukan manajemen kolam yang lebih ketat agar tidak mencemari air.
Dari sisi efisiensi, pakan terapung cenderung memberikan Feed Conversion Ratio (FCR) yang lebih baik karena pakan dapat dikontrol dengan visual. Namun, pakan tenggelam masih menjadi pilihan pada sistem budidaya tradisional atau semi-intensif dengan pertimbangan biaya produksi.
Tips Memilih Pakan yang Tepat untuk Budidaya
Agar tidak salah pilih, pembudidaya perlu menyesuaikan jenis pakan dengan spesies ikan, ukuran ikan, sistem budidaya, dan kondisi kolam. Untuk kolam padat tebar tinggi, pakan terapung sering kali lebih direkomendasikan. Sedangkan untuk budidaya ikan dasar atau sistem tertentu, pakan tenggelam tetap menjadi pilihan yang relevan.
Pemahaman tentang jenis pakan akan membantu pembudidaya meningkatkan pertumbuhan ikan, menekan biaya pakan, serta menjaga kualitas air secara berkelanjutan.
Sebagai langkah peningkatan kapasitas dan profesionalisme pembudidaya, pemahaman teknis mengenai pakan dan manajemen budidaya sangat penting. Sebagai contoh, informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan budidaya perikanan dan manajemen pakan yang berorientasi efisiensi produksi dapat menjadi strategi tepat dalam meningkatkan hasil panen dan keberlanjutan usaha perikanan dapat diperoleh dengan menghubungi SQN Training melalui (+62823-2803-5323).